The characteristics of tahlili interpretation can be seen from a mufassir who analyzes the Qur'an from various aspects, ranging from language, literature, asbabun nuzul, munasabah, qiroat, balaghah, and fiqh law. ABSTRAK Metode tahlili memasukan banyak aspek dalam tafsirnya. Metode al-Qur'an dengan al-Qur'an, al-Qur'an dengan Hadis, al-Qur'an dengan melihat ijtihad-ijtihad para sahabat dan tabi'in merupakan prinsip-prinsip tafsir bil ma'tsur.Walaupun tidak menutup kemungkinan terdapat penafsiran bil ra'yi. Sebagai contoh penakwilan tentang ayat antropomorphisme yang menggunakan ra'yu dalam penafsirannya. Namun perlu disadari keistimewaan dan kelemahan yang dimaksud disini bukanlah suatu hal yang negatif, akan tetapi rujukan dalam ciri-ciri metode yang lain. Metode ijmali , sebagai salah satu metode penafsiran Alqur'an memiliki beberaa kelebihan yang tidak dimiliki oleh tafsir-tafsir lainnya, diantara kelebihan ini adalah: 1) Pengertian tafsir maudhu'i dari segi Metode: bahwa tafsir maudhu'i. adalah suatu metode dalam manafsirkan Alqur'an dengan cara. mengumpulkan ayat-ayat yang mempunyai tema atau topik peride berikutnya, muncullah metode tahlili dengan mengambil bentuk bi al-ma‟tsur yang selanjutnya berkembang dengan bentuk bi al-ra‟yi (Baidan, 1998: 3). Tafsir bi al-ra‟yi ini muncul sebagai corak penafsiran belakangan, yaitu setelah munculnya tafsir bi al-ma‟tsur, walaupun 22EZH.

ciri ciri metode tafsir tahlili