Perhatikanlahcontoh teks resensi berikut berdasarkan penyajian isinya. Judul resensi Valentino Rossi Sang Juara Identitas buku Judul buku : Otobiografi Valentino Rossi (Andai Aku Tak Pernah Mencobanya) Judul asli : The Autobiography of Valentino Rossi: what if I had never tried it Penerjemah : Doni Suseno Penerbit : Februari 2016 Spanyol- Valentino Rossi akan menjalani balapan pamungkasnya di MotoGP. Sebelum itu, Rossi memamerkan sembilan motor yang membawanya jadi juara dunia. Valentino Rossi membuka penutup salah satu dari 9 motor yang ia gunakan untuk memenangkan Kejuaraan Dunia, di Ricardo Sirkuit Tormo, Valencia, Spanyol, Kamis (11/11/2021). Valentino Rossi akan Bukuini mengenai perjalanan hidup sang juara dunia, Valentino Rossi. Dia yang menjuarai setiap kelas: 125cc, 250cc, 500cc dan MotoGP. Dimulai saat Rossi kecil mengendarai minicross atau motor balap mini, dari situlah muncul keinginan kuat untuk balapan dan bersaing. Setelahmembaca dua contoh resensi, siswa dapat menentukan persamaan isi dan sistematika resensi dengan penuh tanggung jawab. Perhatikan contoh teks resensi berikut berdasarkan penyajian isinya. Judul Resensi : Valentino Rossi Sang Juara Identitas buku Judul buku : Otobiografi Valentino Rossi (Andai Aku Tak Pernah encobanya) Barangkali mereka semua memakluminya karena ayah Rossi dikenal sebagai pembalap di era 1970-an. Masyarakat Tavuilla tahu persis, siapa Graziano Rossi. Valentino Rossi Lahir untuk Jadi Pembalap Mainan si Rossi kecil tak jauh-jauh dari urusan motor. Bahkan mungkin bisa disebut, masa kecil Rossi junior ini 'habis' dengan urusan motor. FUpmIi. Dalam salah satu kutipan di buku biografinya berjudul “Rossi Sang Legenda”, ia bercerita ketika mendapatkan hinaan dan cemoohan dari guru serta teman-temannya di masa sekolah. Bahkan, gurunya sempat memprediksi Rossi memiliki masa depan yang buruk. Oleh sebab itu, hal ini membuatnya tak semangat untuk mengikuti pendidikan formal. Rentetan gelar Rossi Di dunia balap motor, Rossi sudah menjadi ikon yang paling dikenal publik. Ini tak terlepas dari rentetan prestasinya selama 26 tahun berkarier sebagai pembalap. Baca Juga Franco Morbidelli Kasih Sinyal Bakal Tinggalkan Yamaha? Setidaknya, ia sudah mencatatkan sembilan gelar juara dunia di berbagai kelas. Ini menjadi pencapaian tertinggi di dunia balap motor. Dari seluruh gelar tersebut, salah satu di antaranya diraih Rossi pada kelas 125 cc pada 2997 dan satu lainnya di kelas 250 cc pada 1999. Sedangkan tujuh gelar lain tercipta di level tertinggi MotoGP, yakni pada tahun 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, dan 2009. Pembalap ini mendapatkan julukan The Doctor sejak tampil di kelas 500 cc saat itu kelas MotoGP pada medio 2000. Julukan ini disematkan kepadanya karena keahlian Rossi di bidang balap motor. Di negara asalnya, seseorang yang memiliki keahlian luar biasa di bidang tertentu biasanya mendapatkan panggilan The Doctor’. Baca Juga Utang Triliunan Rupiah di Balik Megahnya Sirkuit Mandalika Kisah permusuhan dengan Honda JAKARTA, - Valentino Rossi selama karirnya menjadi pebalap MotoGP sudah meraih sembilan gelar juara dunia. Namun, ada tiga titel yang menurutnya sangat berkesan. Rossi sudah 26 tahun menjadi pebalap MotoGP. Pertama kali dia balapan adalah pada 1996 bersama tim pabrikan Aprilia di kelas 125 cc. Dia meraih kemenangan pertamanya di tahun yang sama di juga Lorenzo Sebut Rossi Tidak Akan Jadi Juara Dunia pada 2015 meski Tanpa Penalti Tahun 1997, dia berhasil meraih gelar juara dunia pertamanya, yakni di kelas 125 cc. Lalu, Rossi menjadi juara dunia lagi pada 1990, tapi di kelas 250 cc. Pada 2001, Rossi berhasil jadi juara dunia di kelas 500 cc. AFP/YOAV LEMMER Valentino Rossi di atas motor balap 500 cc 2-tak Masuk era MotoGP, Rossi juga berhasil meraih beberapa gelar juara dunia. Terakhir kali dia menjadi juara dunia adalah 13 tahun yang lalu, tepatnya pada 2009. "Ada tiga titel juara yang saya ingin sorot. Pertama, di 2001, ketika saya menang di era 2-tak terakhir di 500 cc. Lalu, di 2004 ketika saya menjadi juara dunia MotoGP di musim pertama bersama Yamaha," ujar Rossi, dikutip dari Jumat 7/1/2022.Baca juga Ini Satu-satunya Pebalap Jepang yang Diidolakan Valentino Rossi "Setelah itu, pada 2008, karena saat itu saya juga sudah tua, dan orang-orang mengatakan bahwa masa saya sudah habis. Sebab, saya kalah di kejuaraan dunia pada 2006 dan 2007, dua kali berturut-turut, lawan Nicky Hayden dan Casey Stoner," katanya. FILIPPO MONTEFORTE Max Biaggi dan Valentino Rossi. AFP PHOTO/Filippo MONTEFORTE Photo by FILIPPO MONTEFORTE / AFP Rossi menambahkan, biasanya karir balap seseorang akan berakhir ketika mencapai usia 30 tahun. Tapi, itu berubah ketika Rossi memutuskan untuk mengganti ban dari Michelin ke Bridgestone pada 2008. Pada saat itu, belum ada aturan pemasok ban tunggal. Tiap pabrikan masih diizinkan untuk menggunakan merek ban pilihannya. Valentino Rossi "Itulah bagaimana saya bisa kembali ke atas. Saya mengalahkan Jorge Lorenzo, Stoner, dan Dani Pedrosa di musim 2008," ujar Rossi. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

resensi valentino rossi sang juara